JEMBER — Sebuah rumah di pelosok Kecamatan Sumberjambe, Kabupaten Jember, Jawa Timur, menjadi tempat bertemunya berbagai layanan pemerintah. Bukan untuk melakukan penertiban, melainkan memastikan warga yang selama ini kesulitan mengakses pelayanan dasar bisa mendapatkan haknya.
Dalam kunjungan tersebut, tiga unsur layanan pemerintah turun bersama, yakni tim kesehatan, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil), serta Dinas Sosial (Dinsos).
Pendekatan jemput bola itu membuat satu kunjungan tak hanya menghadirkan layanan kesehatan. Persoalan administrasi kependudukan hingga kepesertaan jaminan kesehatan juga ikut diselesaikan di tempat.
Salah satu hasil yang paling terasa bagi warga adalah layanan perekaman dan penerbitan Kartu Tanda Penduduk (KTP). Warga yang sebelumnya belum terdata akhirnya memiliki identitas kependudukan.
Kepemilikan identitas tersebut bukan sekadar soal kartu. Bagi warga di wilayah yang jauh dari pusat layanan, KTP menjadi pintu untuk mengakses berbagai pelayanan dasar pemerintah.
Hal serupa dilakukan bagi warga yang belum terdaftar dalam program Universal Health Coverage (UHC). Petugas di lapangan langsung membantu memproses pendaftaran sehingga kepesertaan jaminan kesehatan dapat segera diaktifkan.
Kehadiran berbagai dinas dalam satu kunjungan menunjukkan bahwa persoalan warga sering kali tidak berdiri sendiri. Ketika seseorang kesulitan mendapatkan layanan kesehatan, bisa jadi di saat yang sama ia juga terkendala dokumen kependudukan atau status kepesertaan jaminan kesehatan.
Karena itu, pelayanan yang datang langsung ke rumah menjadi penting, terutama bagi warga yang selama ini menghadapi jarak, keterbatasan informasi, atau kendala administratif.
Di Sumberjambe, satu kunjungan akhirnya menjadi lebih dari sekadar homecare. Pemerintah tidak hanya mendatangi warga untuk memberikan layanan, tetapi juga membuka jalan agar hak-hak dasar yang semestinya mereka terima menjadi lebih mudah dijangkau.
Bagi warga yang selama ini merasa jauh dari pelayanan publik, kedatangan petugas dari berbagai dinas ke depan rumah mungkin tampak sederhana. Namun dari situlah sebuah identitas bisa diterbitkan, jaminan kesehatan bisa diaktifkan, dan akses terhadap layanan dasar mulai terbuka.