PROBOLINGGO — Aktivitas wisata di kawasan Gunung Bromo, Jawa Timur, untuk sementara harus dihentikan. Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) menutup total seluruh akses wisata setelah kebakaran hutan dan lahan di kawasan tersebut semakin meluas.
Penutupan berlaku sejak Sabtu (8/8/2026) pukul 22.00 WIB. Seluruh pintu masuk menuju kawasan wisata Bromo ditutup hingga kondisi dinyatakan aman. Kebijakan tersebut diambil bukan semata untuk membatasi kunjungan, tetapi juga untuk memberi ruang bagi petugas agar proses pemadaman dapat dilakukan lebih efektif sekaligus menjaga keselamatan wisatawan.
Kebakaran yang melanda kawasan TNBTS sebelumnya terus meluas, salah satunya dipengaruhi angin kencang yang membuat api lebih mudah menyebar. Luasan area terdampak bahkan telah mencapai ratusan hektare.
Bagi wisatawan yang sudah terlanjur membeli tiket, TNBTS menyediakan dua pilihan, yakni melakukan penjadwalan ulang atau reschedule, maupun mengajukan pengembalian dana atau refund melalui admin aplikasi booking online TNBTS.
Kebijakan tersebut menjadi bentuk pelayanan bagi wisatawan yang rencana perjalanannya harus berubah akibat penutupan kawasan. Hingga Rabu (12/8/2026), tercatat 2.056 wisatawan telah mengajukan refund setelah penutupan total diberlakukan.
Penutupan kawasan wisata juga menjadi pengingat bahwa keselamatan harus menjadi prioritas ketika kondisi alam sedang tidak bersahabat. Bromo bukan hanya destinasi wisata, tetapi bagian dari kawasan konservasi Taman Nasional Bromo Tengger Semeru yang perlu dijaga dari ancaman kebakaran.
Untuk sementara, wisatawan diminta bersabar menunggu kondisi kawasan kembali aman. Pemerintah dan petugas di lapangan masih berfokus pada penanganan kebakaran, sehingga akses wisata akan dibuka kembali setelah situasi memungkinkan.