BATANG — Alun-Alun Batang, Jawa Tengah, menjadi tempat berkumpulnya para peternak dari berbagai daerah pada Senin (10/8/2026). Mereka menggelar aksi untuk menyampaikan aspirasi terkait kondisi usaha peternakan yang dinilai semakin membutuhkan perhatian.
Para peternak membawa keresahan yang sama, terutama mengenai biaya produksi yang terus menjadi beban. Harga pakan menjadi salah satu persoalan yang mereka soroti karena berpengaruh langsung terhadap biaya pemeliharaan ternak.
Di sisi lain, para peternak juga menghadapi persoalan harga jual hasil ternak. Ketika biaya produksi tinggi tetapi harga jual tidak sebanding, ruang bagi peternak untuk mempertahankan usaha menjadi semakin sempit.
Aksi di Alun-Alun Batang tersebut menjadi wadah bagi para peternak untuk menyampaikan kondisi yang mereka hadapi secara langsung. Mereka berharap suara dari lapangan dapat didengar oleh pemerintah dan menjadi dasar untuk menghadirkan kebijakan yang lebih berpihak pada keberlangsungan usaha peternakan.
Bagi para peternak, persoalan harga bukan sekadar soal untung dan rugi. Keberlangsungan usaha juga berkaitan dengan kehidupan keluarga, tenaga kerja, serta pasokan produk peternakan yang dibutuhkan masyarakat.
Karena itu, mereka berharap pemerintah tidak berhenti pada mendengar aspirasi, tetapi juga menghadirkan solusi nyata terhadap persoalan yang selama ini membebani peternak.
Aksi tersebut menjadi pengingat bahwa di balik produk pangan yang sampai ke meja masyarakat, ada peternak yang setiap hari berhadapan dengan biaya produksi, ketidakpastian harga, dan tantangan mempertahankan usaha agar tetap berjalan.