Menu
Berita

BMKG Prakirakan Musim Hujan di Jawa Timur Mundur hingga Desember

Admin P
01 Oktober 2026 06:27
51 dibaca
701 Views on TikTok 2 0 1
BMKG Prakirakan Musim Hujan di Jawa Timur Mundur hingga Desember
Ringkasan Berita

Kemunduran Musim Hujan: Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Klimatologi Jawa Timur memprakirakan sebagian besar wilayah Jatim mengalami kemunduran datangnya musim hujan, yang baru terjadi pada Desember 2026.

Tautan & Media Terkait:

Kemunduran Musim Hujan: Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Klimatologi Jawa Timur memprakirakan sebagian besar wilayah Jatim mengalami kemunduran datangnya musim hujan, yang baru terjadi pada Desember 2026.

Penyebab Utama - El Nino: Kepala Stasiun Klimatologi Kelas I Jawa Timur Anung Suprayitno menjelaskan faktor utama yang memicu mundurnya awal musim hujan dipengaruhi oleh menguatnya fenomena El Nino, dengan indeks tercatat kategori sangat kuat bernilai 2,63 berdasarkan analisis tiga bulan terakhir sejak Juli hingga September.

Mayoritas Wilayah Terdampak: Berdasarkan analisa BMKG, sebanyak 68 dari 74 Zona Musim (ZOM) di Jawa Timur atau sekitar 90,6 persen wilayah diprediksi baru memasuki musim hujan pada Desember. "Kalau split tiga bulan, Jawa Timur sendiri awal musim hujan di bulan November hanya sebagian kecil saja yang akan memasuki musim hujan," kata Anung saat konferensi pers daring, Selasa (29/9/2026).

Rincian Tahapan Desember: Sebanyak 29 ZOM (44,6 persen) diprediksi memasuki musim hujan pada dasarian I Desember, 28 ZOM (29,9 persen) pada dasarian II Desember, dan 11 ZOM (16,1 persen) pada dasarian III Desember. Sementara 5 ZOM (8,5 persen) sudah memasuki musim hujan lebih awal pada dasarian III November. Wilayah Paling Mundur: Terdapat sembilan ZOM atau sekitar 11,8 persen luas daratan yang awal musim hujannya mundur lebih dari dua bulan dari kondisi normal, meliputi Pacitan, Trenggalek, Tulungagung, Malang, Lumajang, dan Jember.

Bahkan sebagian wilayah Tapal Kuda, termasuk Kabupaten Situbondo yang secara klimatologi berkarakter kering, diprediksi baru memasuki musim hujan pada Januari 2027. Kekhawatiran Interaksi ENSO dan IOD: Anung menyebut kondisi Dipole Mode atau Indian Ocean Dipole (IOD) masih netral, namun jika terjadi interaksi antara ENSO dan IOD yang sama-sama menguat, musim kering saat ini berpotensi semakin parah.

BMKG memprakirakan El Nino masih akan bertahan hingga kuartal I 2027, sementara IOD berpeluang berada pada fase positif setidaknya hingga akhir 2026. Monsun Tetap Faktor Utama: "Musim kita tidak terlepas dari satu, bahwa monsun itu akan terjadi. Baik monsun baratan, monsun timuran yang linear dengan musim hujan atau kemarau apapun itu pasti terjadi di Jawa Timur," pungkas Anung. Sumber: suarasurabaya.net, Selasa (29/9/2026) #bmkg #musimhujan #jawatimur #elnino #cuaca

Bagikan: