Menu
Berita Jawa Timur

Gus Fawait: Pemimpin Tak Lahir Instan, Kader TIDAR Harus Siap Membela Wong Cilik

Admin P
04 Oktober 2026 15:41
67 dibaca
Gus Fawait: Pemimpin Tak Lahir Instan, Kader TIDAR Harus Siap Membela Wong Cilik

Gus Fawait menempatkan keberpihakan kepada wong cilik sebagai arah utama kaderisasi Tunas Indonesia Raya (TIDAR). Bagi Bupati Jember sekaligus Ketua TIDAR Jawa Timur tersebut, kemampuan berorganisasi harus dibarengi karakter yang kuat dan kepekaan terhadap persoalan masyarakat.

SURABAYA — Gus Fawait menempatkan keberpihakan kepada wong cilik sebagai arah utama kaderisasi Tunas Indonesia Raya (TIDAR). Bagi Bupati Jember sekaligus Ketua TIDAR Jawa Timur tersebut, kemampuan berorganisasi harus dibarengi karakter yang kuat dan kepekaan terhadap persoalan masyarakat.

Pesan itu disampaikan saat menghadiri pelantikan Pengurus Cabang TIDAR Kota Surabaya serta pelatihan Tunas I dan II di Surabaya Suites Hotel, Sabtu (3/10/2026).

“Kita harus terus membangun kapasitas, memperkuat karakter, dan pada akhirnya hadir untuk membela wong cilik yang selama ini termarjinalkan,” ujar Gus Fawait.

Pernyataan tersebut memperjelas arah kepemimpinan yang ingin dibangun Gus Fawait melalui TIDAR: kader muda yang cakap menjalankan organisasi sekaligus siap mengambil tanggung jawab di tengah masyarakat.

Menurutnya, kepemimpinan tidak lahir secara instan. Generasi muda membutuhkan proses belajar, pengalaman mengemban tanggung jawab, serta keterlibatan langsung dalam memahami persoalan warga. Karena itu, kaderisasi harus dijalankan secara berkelanjutan dan melampaui agenda seremonial pelantikan.

“TIDAR adalah kawah candradimuka calon pejuang Partai Gerindra masa depan dan kawah candradimuka pemimpin masa depan,” tegasnya.

Gus Fawait mengaitkan pentingnya pembentukan pemimpin muda dengan tekad Presiden Prabowo Subianto membawa Indonesia menuju Indonesia Emas. Cita-cita tersebut, menurutnya, perlu menjadi landasan bagi kader dalam belajar, berproses, dan menentukan arah pengabdian.

“Saya berpesan bahwa tekad Presiden Prabowo untuk membawa Indonesia menuju Indonesia Emas dan arahan Ketua Umum TIDAR, Sis Rahayu, betul-betul menjadi pondasi kita berproses di TIDAR,” katanya.

Dalam kerangka itu, penguatan TIDAR hingga tingkat cabang menjadi ruang untuk menempa kader sebelum mengemban tanggung jawab yang lebih besar. Kemampuan memimpin perlu tumbuh bersama kepedulian sosial agar proses kaderisasi memiliki hubungan yang jelas dengan kebutuhan masyarakat.

Pelatihan Tunas I dan II menjadi bagian dari upaya tersebut melalui pembekalan politik, penguatan kapasitas organisasi, dan pembentukan kepemimpinan kader muda.

Kegiatan ini mengangkat tema “Revitalisasi Gerakan Pemuda; Mengukuhkan TIDAR sebagai Lokomotif Kepemimpinan dan Network Pembangunan Daerah”. Pesertanya berasal dari Surabaya serta sejumlah daerah lain, termasuk Mojokerto, Sidoarjo, dan Gresik, dengan pemateri dari Pengurus Pusat TIDAR dan TIDAR Jawa Timur.

Ketua TIDAR Surabaya, Rivaldo Fabiansa Romadona, mengatakan pelatihan tersebut merupakan bagian dari pendidikan politik untuk menyiapkan kader sekaligus memperkuat organisasi.

“Acara hari ini adalah untuk pelatihan Tunas I dan II. Yang pertama adalah pendidikan politik untuk kader-kader kita. Tujuannya tentu juga untuk terus mendorong Partai Gerindra,” ujar Rivaldo.

Melalui forum ini, Gus Fawait menegaskan bahwa tujuan kaderisasi bermuara pada pengabdian. Kapasitas dan karakter yang ditempa dalam organisasi harus menjadi bekal bagi kader untuk hadir, memahami persoalan warga, dan memperjuangkan kepentingan wong cilik.

Bagikan: