Menu
Berita Jawa Timur

Semeru Erupsi Berulang, Kolom Abu Capai 900 Meter

Admin P
13 Oktober 2026 10:43
34 dibaca
Semeru Erupsi Berulang, Kolom Abu Capai 900 Meter

Gunung Semeru di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur

LUMAJANG — Gunung Semeru di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur, kembali mengalami erupsi berulang pada Selasa (13/10/2026). Sejak tengah malam hingga pukul 11.00 WIB, sembilan erupsi tercatat dengan tinggi kolom letusan mencapai 900 meter di atas puncak.

Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru Liswanto menyampaikan perkembangan tersebut melalui laporan tertulis. Aktivitas gunung masih berada pada Level III atau Siaga.

Erupsi pertama dilaporkan terjadi pada pukul 00.09 WIB dengan kolom abu sekitar 800 meter di atas puncak. Erupsi berikutnya tercatat pada pukul 00.31 WIB dan 00.36 WIB, kemudian berlanjut pada sejumlah waktu sepanjang pagi.

Kolom letusan yang dilaporkan pada rangkaian kejadian tersebut berkisar antara 300 hingga 900 meter di atas puncak. Arah pergerakan abu berbeda sesuai waktu pengamatan.

Pada pukul 10.37 WIB, Semeru kembali mengalami erupsi dengan kolom abu sekitar 800 meter. Abu teramati berwarna putih hingga kelabu, berintensitas tebal, dan bergerak ke arah barat daya serta barat.

Laporan yang merujuk informasi PVMBG melalui MAGMA Indonesia menyebut erupsi pukul 10.37 WIB terekam dengan amplitudo maksimum 22 milimeter dan durasi 137 detik. Pemantauan tersebut melengkapi pengamatan visual terhadap kolom abu.

PVMBG mengimbau masyarakat tidak melakukan aktivitas di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan hingga 13 kilometer dari puncak. Pembatasan ini secara khusus berlaku pada sektor dan jalur yang disebutkan dalam rekomendasi.

Di luar jarak tersebut, masyarakat juga diminta tidak beraktivitas dalam jarak 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan. Rekomendasi itu berkaitan dengan potensi perluasan awan panas dan aliran lahar hingga 17 kilometer dari puncak.

Aktivitas Semeru berlanjut selepas laporan sembilan erupsi menjelang siang. Pada pukul 13.11 WIB, letusan kembali dilaporkan dengan kolom abu sekitar 600 meter di atas puncak.

Sementara itu, pemantauan periode pukul 06.00–12.00 WIB mencatat 31 kali gempa letusan atau erupsi. Angka kegempaan tersebut merupakan hasil pencatatan dalam periode pengamatan tersendiri dan perlu dibedakan dari jumlah erupsi dalam laporan sebelumnya.

Perkembangan aktivitas ini menempatkan rekomendasi zona bahaya sebagai informasi utama bagi masyarakat sekitar. Waktu pengamatan juga perlu diperhatikan ketika membaca laporan, karena jumlah kejadian dan tinggi kolom abu dapat berubah pada setiap pembaruan.

Bagikan: