Menu
Berita Jawa Timur

Telur Blitar Jadi yang Termurah di Jatim, tetapi Harga Rendah Membebani Peternak

Admin P
08 Oktober 2026 14:15
41 dibaca
Telur Blitar Jadi yang Termurah di Jatim, tetapi Harga Rendah Membebani Peternak

Harga telur ayam ras di Kabupaten Blitar tercatat sekitar Rp20.100 per kilogram

Harga telur ayam ras di Kabupaten Blitar tercatat sekitar Rp20.100 per kilogram pada 5 Oktober, terendah di Jawa Timur. Pada 7 Oktober, peternak dari Blitar Raya menyampaikan aspirasi ke DPR RI, menyoroti penurunan harga telur dan persoalan pasokan jagung untuk pakan. Dua masalah itu memperlihatkan tekanan yang dihadapi peternak: harga jual melemah sementara biaya produksi dan akses bahan pakan tetap menjadi perhatian. 

Harga murah mungkin terdengar menguntungkan bagi konsumen, tetapi bagi produsen kondisi itu belum tentu berarti usaha berjalan sehat. Jika harga jual tidak sebanding dengan ongkos produksi, peternak dapat kesulitan mempertahankan usahanya. Sebaliknya, langkah menaikkan harga juga perlu mempertimbangkan daya beli masyarakat. Karena itu, persoalan ini tidak cukup diselesaikan dengan melihat harga di pasar saja; rantai pasok dan biaya pakan perlu ikut dihitung.

Peternak yang berangkat ke Jakarta membawa persoalan lokal ke tingkat nasional. Aksi tersebut menyoroti kebutuhan solusi yang dapat mempertemukan kepentingan produsen dan konsumen. Pemerintah perlu menjelaskan kebijakan apa yang akan ditempuh untuk memperbaiki distribusi, membantu akses pakan, atau menjaga kestabilan harga. Tanpa tindak lanjut yang jelas, penyampaian aspirasi hanya menjadi peristiwa sehari yang tidak mengubah kondisi produksi.

Blitar dikenal sebagai salah satu daerah sentra peternakan telur. Karena itu, gejolak harga di wilayah ini dapat berdampak lebih luas daripada satu kelompok usaha. Ke depan, publik perlu melihat apakah dialog antara peternak dan pemerintah menghasilkan langkah yang terukur. Ukurannya bukan hanya janji untuk mencari solusi, melainkan perubahan yang dirasakan peternak dan pasokan telur yang tetap terjangkau bagi pembeli. Harga rendah baru menjadi kabar baik jika tidak dibayar dengan kerugian produsen.

13. Batu

Bagikan: